57530
post-template-default,single,single-post,postid-57530,single-format-standard,theme-pitchwp,select-core-1.6,woocommerce-no-js,pitch-theme-ver-3.5,ajax_fade,page_not_loaded,smooth_scroll,grid_1300,vertical_menu_with_scroll,woocommerce_installed,blog_installed,columns-4,type1,wpb-js-composer js-comp-ver-6.7.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-57562

Penggunaan Maskot dalam Strategi Marketing guna Memperkuat Brand Identity

Logo pria pada Michelin, tokoh Tony dalam sereal Kellogg’s, badut McDonald’s dan maskot olimpiade 2022 (Panda) merupakan contoh praktis dari praktik penggunaan mascot oleh merek-merek terkenal. Tentunya, kamu juga pasti sering langsung mengenali sebuah merek karena mascot / karakter yang ditampilkan di iklan TV. Pernahkah kamu mengalami hal demikian? Itu semua adalah peran sebuah mascot dalam pemasaran brand.

 

Apa itu Brand Maskot?

Sebuah mascot pada dasarnya dapat berupa objek, individu, binatang atau karakter baru yang diciptakan. Karakter tersebut bertugas untuk memperkuat dan mendekatkan brand tersebut pada audiens. Sebuah mascot dapat meningkatkan reach terhadap audiens dan merupakan metode yang unik dan lucu dalam membangun personality merekmu. Dengan bantuan mascot tersebut, pemasaran yang kamu luncurkan akan menjadi unik dan special. Penggunaan mascot ini bisa terdapat pada logo, laman website, sosial media dan lain sebagainya.

 

Mengapa menggunakan maskot dalam strategi pemasaran?

Berikut adalah beberapa alasan dalam memilih untuk menggunakan mascot dalam strategi pemasaran, diantaranya:

  • Memperkuat identitas sebuah brand
  • Membantu untuk membangun identitas brand
  • Menarik perhatian audiens tanpa perlu menggunakan banyak kata-kata
  • Meningkatkan brand awareness
  • Meningkatkan engagement terhadap audiens
  • Membangun relasi baik secara personal maupun emosional terhadap audiens
  • Dalam beberapa kasus, penggunaannya dinilai lebih efektif dibandingkan influencer (potensi akan adanya kesalahan yang menyebabkan kesan negatif terhadap merek)
  • Bagi bisnis kecil, penggunaan mascot tidak memerlukan biaya yang besar dan dapat digunakan dalam jangka panjang

 

Maskot pada faktanya, dapat digunakan sebagai komponen utama dan karakter yang interaktif dalam sebuah brand. Penggunaanya dapat membantu bisnismu menjadi lebih unik dibandingkan kompetitor, terlebih lagi dengan tingginya pesaing sejenis pada zaman sekarang ini, pengusaha harus bijak-bijak dalam mencari cara membangun koneksi dan relasi kepada audiens yang dituju.

 

Menariknya, penggunaan mascot sendiri sudah marak di Asia seperti negara Tiongkok, Jepang, Thailand dll. Maskot sendiri sudah lama merupakan elemen fundamental dalam sebuah strategi pemasaran  karena dinilai lucu dan lebih ramah  terhadap publik untuk segala rentang umur.

 

Apa yang Perlu Diingat Dalam Menciptakan Maskot?

Proses penciptaan mascot sayangnya tidak semudah itu. banyak prsoes yang membutuhkan idnovasi kreatif yang membutuhkan banyak waktu dan referensi. Beberapa hal penting yang perlu dicatat, diantaranya:

  • Apa identitas dari maskot yang hendak diciptakan?
  • Apa bentuknya? Objek? Binatang? Sesuatu yang baru?
  • Bagaimana hubungannya dengan brand?
  • Apakah ada filosofi logo / latar belakang penciptaanya?

 

Tes awal keberhasilan mascot yang diciptakan berasal umumnya berasal dari audiens brand itu tersendiri. Sebuah maskot yang tidak berhasil mencapai target yang ditetapkan dinilai tidak efektif. Langkah selanjutnya adalah dengan mencoba beberapa ide maskot lainnya ke sosial media dan melihat feedback dari audiens yang sesuai.

 

Faktanya, dalam proses penciptaan sebuah mascot, sering kali pengusaha mengambil inspirasi dari eksternal perusahaan padahal terkadang gurauan yang berasal dari internal tim juga sama-sama bernilainya untuk menjadi inspirasi. Kamu cukup melebarkan ruang gerak imajinasimu dan memulai untuk menggambarkannya. Bagaimana? Apakah kamu sudah paham mengenai brand marketing? Tertarik untuk mencoba? Semoga berhasil~

Calvina Izumi About the author
No Comments

Post a Comment