57559
post-template-default,single,single-post,postid-57559,single-format-standard,theme-pitchwp,select-core-1.6,woocommerce-no-js,pitch-theme-ver-3.5,ajax_fade,page_not_loaded,smooth_scroll,grid_1300,vertical_menu_with_scroll,woocommerce_installed,blog_installed,columns-4,type1,wpb-js-composer js-comp-ver-6.7.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-57562

Buzzer Vs Influencer dalam Social Media Marketing

Istilah Bisnis – Masih berurusan dengan Social Media Marketing, terkadang pemasaran dilakukan bukan hanya dengan memproduksi konten instagram dan Youtube saja namun diperlukan campuran tangan eksternal yang bisa membantu memasarkan produk / jasa disertai dengan consumer drive yang besar. Seringkali tenaga eksternal ini berupa individu yang diikuti oleh banyak follower dan memang mendedikasikan channel sosial medianya untuk media pemasaran. Ada banyak istilah yang digunakan untuk mengkategorikan individu tersebut atau opinion leader diantaranya ada buzzer dan influencer. Meskipun sekilas mirip, keduanya ternyata memiliki artian dan peranan yang berbeda, yuk kita simak penjelasan selengkapnya.

 

Berangkat dari definisinya, buzzer sendiri adalah individu yang memposting mengenai konten tertentu secara berulang guna menarik masa dan audiens. Lain halnya dengan influencer yang didasari dari kata influence, tugas utama mereka adalah memberikan pengaruh dan menggiring opini dari followers mereka. Adapun, perbedaan dari buzzer  dan influencer adalah sebagai berikut

 

  1. Jumlah Audiens

Jumlah followers buzzer terbilang lebih sedikit daripada influencer sehingga mereka cenderung bekerja dalam tim dan wajib menyebarkan konten tersebut secara berulang hingga viral dan tren di kalangan masyarakat. Lain halnya dengan influencer yang mengatur postinganya dengan lebih teratur karena jumlah followersnya yang lebih banyak. Hal tersebut berdampak pada frekuensi postingan yang tidak perlu terlalu banyak.

 

  1. Engagement rate

Berdasarkan sifat postingannya, audiens cenderung menghindari post yang ditampilkan oleh buzzer yang berulang. Audiens mengetahui akan kampanye produk tersebut namun tidak berkomentar dan berinteraksi melalui postingan mereka. Akan tetapi untuk influencer, mereka cenderung banyak melakukan interaksi yang aktif dan natural sehingga mengakibatkan engagement rate yang lebih tinggi. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan utama banyaknya brand besar yang lebih mengutamakan menggunakan jasa influencer dibandingkan buzzer.

 

  1. Indikator Keberhasilan

Tujuan utama buzzer adalah menyebarkan informasi dengan mempengaruhi audiens yang luas melalui postingan yang berulang sementara influencer menyebarkan informasi kepada segmentasi yang lebih spesifik yakni followers mereka. Kembali lagi ke definisi awal mereka, seorang influencer menggunakan pengaruhnya untuk mendorong followersnya agar mempercayai opini mereka sedangkan buzzer hanya bertujuan untuk memberikan informasi agar diketahui oleh audiens semata.

 

Nah dengan penjelasan diatas, mungkin kamu bisa menyikapi sekarang strategi mana yang lebih cocok dengan brand / produkmu. Terkadang sebuah brand ada yang memilih menggunakan buzzer yang biayanya relatif lebih murah atau memilih untuk menginvestasikan bisnisnya di tangan influencer. Tentunya strategi ini termasuk dalam kampanye social media marketing yang memang sedang marak dilakukan oleh perusahaan lainnya. Pastikan kamu tidak salah mengambil langkah dalam melakukan pemasaran ini. Nah sekarang sudah siap belum?

Calvina Izumi About the author
No Comments

Post a Comment